Judul Cerpen Cinta Pertama Anak Polos
Cerpen Karangan: Imam Safarudin
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Nama saya Imam Safarudin, ini kisah nyata perjalanan cinta saya yang lucu. Waktu pertama masuk smp gue tidak mengenal apa itu cinta, apa itu pacar, yang gue tahu hanyalah belajar, ciee.. Bohong..
Sebenarnya gue gak tau apa-apa, gue anaknya pendiam, polos, suka kentut diam-diam hehehe.. Jujur banget..
Banyak sih yang naksir gue, tapi aku gak tau harus ngapain, yang naksir gue anaknya aneh aneh, ada yang kumisan, tapi ada juga yang cantik.
Waktu itu gue duduk sebangku dengan Alfan, gue baru kenal, dia anaknya baik, kita sering ngobrol-ngobrol bareng, bahkan waktu pelajaran pun kita ngobrol-ngobrol gak penting.
Tiga minggu kemudian Alfan bertanya.
“Kamu pernah pacaran?” tanya Alfan.
“Hahhhh” Gue kaget.
“Kamu pernah pacaran?” tanya dia lagi.
“Pernah” Jawab gue bohong..
“Sama siapa?” tanya Alfan.
“Ada temen sd” Gue bohong lagi.
“Tidak-tidak, gue gak pernah pacaran tapi pernah deket banget kayak pacaran gitu” lanjut gue.
“ohhh” jawab Alfan dengan santai.
“Kamu pernah pacaran” Tanya gue dengan penuh dendam.
“Pernah” jawab Alfan dengan cepat.
“Sama siapa” gue gak mau kalah.
“rismaaa” bisik dia.
Gue terdiam, gue berpikir bagaimana rasanya punya pacar. Dan gue lihat cewek cewek yang ada di kelas. Semuanya terlihat biasa tak ada yang cantik tapi hanya dua yang menarik perhatian, namanya Nanda dan Diya.
Gue ngomong ke Alfan kalau gue naksir sama Nanda. Alfan langsung teriak menyebut namanya. “Nandaaaa, Imam suka sama kamu”
“Gak kok” Jawab gue.
Nanda melihat gue dan berpaling begitu saja tanpa satu kata pun. Gue malu
Dan gue gak pernah cerita lagi tentang cewek yang aku suka di kelas.
Hari berikutnya ada anak baru yang menarik perhatian. Namanya Anis,
“Dia kecil, gak mungkin gue suka sama dia” kata gue di dalam hati.
“Dia masih saudara jauh sama gue” tiba tiba Alfan ngomong gitu. gue kaget, Alfan ngomong ke Anis, “Kamu mau gak pacaran sama imam” Anis pun melihat gue, lalu melihat Alfan dan mengelengkan kepala. Saat istirahat Alfan dikasih permen sama Anis, lima menit kemudian, gue juga dikasih permen, dan ada tulisannya “I LOVE YOU” gue kaget. gue gak tau ini kebetulan atau disengaja.
1 minggu kemudian Anis minta nomor hp gue, waktu iku gue gak punya hp.
Satu atau dua bulan kemudian, gue punya hp, gue langsung kasih nomor gue ke Anis.
Sepulang sekolah, Anis sms
Anis: Hay.
Gue: Juga.
Anis: Lagi apa mam.
Gue: Nyantai.
Anis: Udah makan.
Anis sangat baik sama gue, kita pun smsan hinga larut malam.
Anis: Udah dulu ya.
Gue: Iya.
Paginya gue dan Anis lihat lihatan.
Tanpa percakapan sampai pulang sekolah,
Anis: Hay.
Gue: Juga.
Anis: Lagi apa.
Gue: Nyantai sayank.
Anis: Jangan gitu.
Gue: Kenapa gak boleh?
Anis: kan kamu bukan pacarku.
Gue: Kalau pacar.
Anis: boleh.
Gue: hah kamu mau gak jadi pacar aku?
Gue tiba tiba tak punya malu, dan berani sms gitu ke Anis.
3 menit kemudian.
Anis: Iya.
Gue: Iya apa.
Anis: Iya aku mau jadi pacar kamu tapi jangan bilang ke Alfan ya, Jangan bilang ke temen temen.
Gue: 0ke..